- SEJARAH DESA WANAGIRI
Sebelum gunung agung meletus tahun 1963 perkebunan rakyat Desa Wanagiri merupakan kawasan hutan belantara dan pada waktu itu di Banjar Dinas Asah Panji hanya ada kurang lebih sepuluh orang penghuni. Kesepuluhan orang tersebut menemukan wilayah ini sebagai perkebunan kopi, sehingga untuk memudahkan urusan administrasi mereka membuka jalan setapak ke Desa Panji dengan kesemangatannya merintis jalan maka terwujudlah jalan setapak dengan panjang jurang lebih 5 km yang sampai sekarang jalan tersebut bahkan telah di aspal sepanjang 1,3Km, dengan lebar 6 M yaitu jalan puncak manik.
Banjar Alas Ambengan juga sebelumnya merupakan kawasan hutan yang banyak padang alang-alangnya sehingga alas ambengan berarti “ Hutan Alang-alang”, setelah beberapa penduduk merabas hutan dan mulai mengembangkan tanaman kopi serta membuat tempat tinggal ( pondok ) dan membuat jalan setapak yang menghubungkan desa Gitgit.
Banjar Dinas Yeh Ketipat, nama Banjar ini diambil dari adanya Pelinggih di salah satu mata air dimana mata air tersebut hingga sekarang di beri nama Pura Tirta Ketipat. Berawal dari perjalanan Ki Barak Panji dari puri Klungkung ke desa Panji yang diiringi oleh para pengikutnya dan pada suatu saat beliau melewati batu mejan dan beristirahat di sini sambil menikmati bekal ketupat, manum setelah selesai makan seluruh pengikutnya minta air minum, karena letak air sangat jauh dibawah maka Ki Barak Panji mengambil keris Pajenengan lalu di tancapkan ke tanah, pada tempat itu akhirnya keluarlah air suci yang sampai sekarang di sebut Tirta Ketipat. Pada mulanya di palemahan Yeh Ketipat ada 3 orang penghuni antara lain : 1. Pan Reken. 2. Pan Kandi . 3. I Gusti Nyoman Sempidi yang ketiganya telah almarhum. Lama kelamaan akhirnya terbentuknya satu dusun yang termasuk wilayah Desa Gitgit.
Dengan adanya pertambahan penduduk di masing-masing wilayah banjar Dinas dan sangat sulitnya berhubungan dengan Desa-desa induk maka masing-masing banjar sepakat untuk membentuk Desa Administrasi. Akhirnya ketiga banjar tersebut mengadakan pertemuan dimana dalam musyawarah tersebut di capai kesepakatan untuk membentuk Desa baru. Masing-masing banjar mengeluarkan calon nama-nama Desa antara lain :
Desa Catur Sari : dengan pertimbangan bahwa yang mendiami desa ini adalah berbagai kasta.
Desa Wanagiri : dengan pertimbangan karena desa ini lokasinya di daerah pegunungan kawasan hutan belantara dengan pengertian : wana artinya Hutan atau Alas ( Bahasa Bali), dan Giri artinya Gunung (bukit).
Adapun nama-nama yang pernah menjabat sebagai perbekel/kepala desa Wanagiri adalah:
- I Gede Mas Arta tahun 1973-19769 ( perbekel)
- I Gusti Ngurah Agung Arnawa tahun 1976-1984 (kepala desa)
- I Gusti Made Raine tahun 1984-2002 (kepala desa)
- I Wayan Gumiarsa. SE tahun 2002-2007 ( kepala desa )
- Ir. Made Raksa tahun 2007-2013 (perbekel)
- Kecamatan :20 Km
- Kabupaten :22Km
- Propinsi :57 Km
- Banjar Dinas Yehketipat
- Banjar Dinas Bhuanasari
- Banjar Dinas Asah Panji
- Laki : 1620 jiwa
- Perempuan : 1491 jiwa
- Subak Giri Mertha : di Banjar Dinas Yehketipat
- Subak Satya Wacana Giri : di Banjar Dinas Bhuanasari
- Subak Asah Panji : di Banjar Dinas Asah Panji
- Pertanian : 1066
- Perternakan :8516
- Pariwisata :5
- Kerajinan Tangan :10
- TK ada 1 (TK Kumara Giri)
- SD ada 4 (1,2,3,4)
- SMP ada 1 ( Taman Pendidikan 45)
- Posyandu ad 3 (tiga) Yeh ketipat, Bhuanaasri, Asah Panji.
- POSKESDES
- Jumlah sarana computer pada kantor Desa : 2
- Jumlah penduduk yang mempunyai TV :580
- Jumlah penduduk yang mempunyai Radio :325
- Jumlah penduduk yang berlangganan Koran :1
- Jumlah penduduk yang mempunyai computer : 10
- Jumlah penduduk yang mempunyai telepon, hp : 810






